Kamis, 24 Januari 2013

BIROKRASI

- Definisi 
Birokrasi berasal dari kata bureau yang artinya meja atau kantor dan kata kratia diartikan sebagai suatu pemerintahan.  Dalam bahasa inggris birokrasi disebut dengan civil service.  Dalam kamus akademi perancis pada tahun 1978 dengan arti kekuasaan, pengaruh, dari kepala dan staf biro pemerintahan. Dalam kamus bahasa jerman edisi 1813 mendefenisikan birokrasi sebagai wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen pemerintah dan cabang-cabangnya. 
Sedangkan pada kamus italia terbit 1823 mengartikan birokrasi sebagai kekuasaan pejabat di dalam administrasi pemerintahan.
Pada awal abad ke-19, balzac memaparkan citra birokrasi dan mempopulerkannya di perancis. Demikian dengan john gorres, melihat birokrasi sebagai institusi sipil yang mirip kedudukan tentara. Bahkan prinsipnya sama dengan tentara : disiplin, kelompok, promosi, sentralisasi dan penghargaan.
John stuart mill, dalam teori politiknya, birokrasi memiliki arti penting yaitu : keterampilan dan kemampuan politik yang tinggi. 
Menurut max weber birokrasi adalah sebagai bagian dari usaha yang luar biasa untuk membukukan konsep-konsep sosial. 
Weber mengemukakan 5 keyakinan sebagai berikut :
- Hukum adalah sistem abstrak 
- sedangkan administrasi mengurus kepentingan organisasi
- Manusia menjalankan otoritas dan mematuhi tatanan impersonal
- Anggota taat hukum
- Kepatuhan ditunjukan kepada tatanan impersonal    

Berdasarkan definisi beberapa ahli birokrasi adalah suatu sistem kontrol yang dirancang berdasarkan aturan-aturan yang rasional dan sistematis bertujuan mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja individu untuk menyelesaikan tugas-tugas administrasi berskala besar ( dari Blau & Meyer,1971;Coser & Rosenberg,1976;mouzelis dalam setiawan,1998).

Dalam kamus bahasa indonesia birokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai karena telah berpegang pada hirarki dan jenjang jabatan.
Dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintahan maupun swasta, baik dalam bidang niaga/perusahaan maupun bidang sosial, birokrasi merupakan sistem kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan kertas atau paper work.  

- Keuntungan dan kelemahan birokrasi  
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan birokrasi merupakan syarat pokok yang harus dibina dan dikembangkan sehingga merupakan suatu birokrasi yang kuat. Dengan adanya birokrasi yang kokoh dan kuat suatu negara tidak akan terombang ambing oleh perubahan politik, kebijaksanaan, peraturan perundang-undangan yang baru. 
Disamping keuntungan yang dapat diperoleh dari birokrasi yang baik, dalam tubuh birokrasi juga terdapat beberapa kelemahan. Kelemahan pokok dalam birokrasi adalah sifat regid atau kaku dari birokrasi. Sifat regid dari birokrasi mengakibatka kurang fleksibel karena segala urusan terlalu terkait oleh suatu ketentuan, peraturan, prosedur yang pada umumnya berbelit-belitsehingga ,e,bosankan bagi yang memiliki kepentingan yang  mendadak tergesa-gesa dengan waktu yang terbatas, tentu mereka tidak banyak berbuat apa-apa kecuali menunggu kepentingan itu selesai sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditentukan.

Kelebihan birokrasi menurut max weber :
- Ada aturan, norma dan prosedur untuk mengatur organisasi 
- Ada spesialisasi pekerjaan dan job description yang jelas
- Ada hirarki otoritas yang formal, sehingga memudahkan pengkoordinasian

Kekurangan birokrasi menurut max weber
- Hirarki otoritas yang formal cenderung kaku
- Aturan dan kontrol yang terlalu rinci menyebabkan impersonality atau melupakan unsur-unsur kemanusiaan

- Birokratisme 
Jika birokrasi itu baik maka segala urusan dapat berjalan dan di selesaikan dengan baik. Namun jika dalam prakteknya banyak hal dan urusan tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan sehingga menimbulkan kemacetan dan hambatan. Hambatan yang terjadi bukan karena birokrasi namun birokrasi yang tidak baik.
Menyebut Birokrasi dalam arti negatif dengan istilah birokratisme. Birokratisme mengacu pada sifat keterpakuan pada rutinitas, penolakan terhadap inovasi, keengganan memikul tanggung jawab, kekakuan dalam menerapkan aturan, kecendrungan menunda pekerjaan (Dawam Raharjo; Prisma,1986). 

Birokratisme muncul karna beberapa hal yaitu : 
- Ada sementara pejabat/pegawai yang terlalu berpegang teguh pada ketentuan/peraturan yang berlaku, tidak dapat meneyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung
- Tidak adanya human relation yang harmonis dalam instansi sehingga antara pejabat satu dengan lainnya tidak saling mengenal meskipun berada dalam satu lingkungan
- Pejabat/pegawai memperlambat urusan dengan maksud-maksud tertentu
- Organisasi terdiri dari beberapa unit dan masing-masing unit terletak saling berjauhan
- Pejabat/pegawai menunjukkan kekuasaannya
- Pejabat/pegawai menentang kebijaksanaan pimpinan
- Kebijaksanaan yang ditetapkan tidak dimengerti bawahan sehingga kebijaksanaan tidak dapat dilakukan
- Pejabat/pegawai tidak mau menerima perubahan dalam sistem. Metode dan prosedur kerja
- Pejabat/pegawai tidak menyadari mereka sesungguhnya adalah abdi negara, yang harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, bukan sebaliknya.
- Faktor kepemimpinan juga dapat mempengaruhi birokratisme. Hal ini tergantung dari tipe kepemimpinan seorang pimpinan.

Ada beberapa tipe kepemimpinan yaitu :
- Tipe leadership yaitu suatu tipe dimana seseorang leader mengadakan hubungan langsung dengan bawahan tidak melalui jalur-jalur hirarki yang ditetapkan. Tipe ini akan mengakibatkan timbulanya sentralisasi kepemimpinan, seolah-olah semua instruksi datang dari pimpinan.
- Tipe non-persoanal leadership yaitu suatu tipe dimana seorang pimpinan dalam mengadakan hubungan dengan para bawahan melalui saluran hirarki yang telah ditetapkan. 

Referensi  

http://communicationista.wordpress.com/2009/12/19/max-weber-theory-of-bureaucracy/
Martin Albrow, Birokrasi,(yogyakarta: Tiara Wacana, cet.3,2004). 
http://dwi-handayani.blogspot.com/2013/01/birokrasi.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar